Friday, 15 November 2013

BLACK ODYSSEY Part 4: Solo, Return to Hangar

Karena bosan mununggu bus menuju Solo, maka saya dan Yuka memutuskan untuk segera naik bus yang pertama lewat. Sebelumnya kami sepakat untuk tidak naik bus ‘Siksa Kubur’ yang dikenal sering celaka itu. Tanpa pikir panjang kami langsung naik ke bus yang berhenti saat itu. Walaupun bukan bus SK, tetap saja kecepatan dan kelincahan sopir membuat nyali kami ciut. Satu-satunya cara mengatasi ketakutan adalah tidur dan berharap bangun di di Solo.

Solo buat saya adalah kota kedua sejak merekam peristiwa Rock In Solo 2011. Langsung menuju Sunan hotel dan berjumpa kembali dengan orang-orang hebat pelaksana Rock In Solo. Press Con berlangsung santai, tidak lupa saat mendapat giliran kami ngoceh tentang riset dan rencana pembuatan dokumenter Javanese Black Metal. Pre-promo?

Setelah beristirahat di kantor The Think Organizer, saya langsung mempersiapkan produksi DVD Report Rock In Solo 2012 secara tradisional menggunakan DVD-R satu persatu yang menyita waktu. Rencana mengunjungi candi Cetho dengan Doni cs. gagal. Yuka lebih beruntung karena berkesempatan diajak Djiwo (Makam), Eep (Obor Setan) dan Usman (Kalabintalu) ke sebuah situs mata air keramat. Wuih!

Malam hari akhirnya saya mendapat kesempatan ke Kartel Store untuk bertemu Djiwo, salah satu nara sumber utama untuk dokumenter ini. Selain saya dan Yuka ada Gede (StageID) dan Rio, yang juga mempunyai dalam proses pembuatan buku dan pameran fotografi tentang scene Javanese Black Metal. Djiwo adalah salah satu penampil di hari ke-dua Rock In Solo 2013 dengan proyek di luar bandnya, Makam. Djiwo banyak bercerita tentang proyeknya dan perbedaan dalam musik dan konten dengan Makam.

Dini hari saya balik ke markas The Think melanjutkan produksi dvd untuk besok harinya: konser jahanam Rock In Solo 2013. See you at the mosh pit \m/

Link

Post a Comment