Sunday, 26 June 2011

SUPERBAND SUPERCONCERT SUPERGLAD

Sebuah catatan dari balik monitor...

Hah?! Tiket Rp. 30.000,- dapet rokok dan CD? Kapan kalian mo kaya? Itulah pertanyaan saya saat mengetahui harga tiket konser ini. Bahkan pre-sale nya hanya berharga Rp.20.000,-. Buset.

Empat 'bedebah' itu berjalan ke arah pintu masuk lapangan Bulungan pada 16:30. Mereka sendiri yang membukakan pintu bagi ratusan Hero (fans Superglad) dan para sahabat. Sebuah moment yang menjelaskan dengan lugas kesederhanaan dan kedekatan mereka dengan penggemarnya.

Bedebah? Ya! Giox, BuLuks, Akbar dan Dadi, 'bedebah' karena mereka bermusik dengan lirik-lirik jujur tanpa pamrih popularitas dan materi. Mereka hanya ingin menyanyikan rock untuk menjadi sebuah SUPERGLAD. Sebuah band yang bertahan selama kurang lebih 8 tahun dengan formasi setia.

Diantara para penonton tampak Adi Cumi (Fable, Raksasa Project), Didit (Suri), David Karto (komandan Demajors) dan para Hero dari berbagai daerah termasuk 9 orang dari Semarang yang tidak lupa membawa oleh-oleh 'jamu' Cong Yang buat Giox.

Lagu Maju Terus membuka konser di-medley dengan Laki-Laki. Sound begitu rapi buah tangan paman Jaya Roxx yang belakangan selalu menjadi insinyur suara konser Superglad. Gempita. Jejeran rock bergantian dimainkan dan menjadi semakin panas ketika semua penonton ikut bernyanyi Ketika Setan Berteman.

Konser kali ini mereka mengajak sejumlah sahabat seperti Jimi Multhazam (The Upstairs, Morfem), Eka (The Brandals), Melanie Subono, B'Jah dan pemain saxo Jimmy Tobing. Dengan kejutan dari bintang-bintang tamu ini penonton seakan 'digampar' bertubi-tubi tanpa diberi kesempatan untuk sadar. Hipnotis.

Perangkat panggung berubah akustik dan screen menampilkan foto-foto kenangan tentang almarhumah Diandra Amalia, istri BuLuks. Suasana berubah sendu di-iringi petikan gitar BuLuks membawakan Senandung Rindu. Sebuah lagu yang yang ditulisnya sesaat setelah pemakaman almarhumah istrinya. Lagu yang tidak pernah dinyanyikan sebelumnya di atas panggung dengan alasan berantakannya emosi. Saya sendiri dibelakang monitor tidak bisa menentukan angle lain dari ke-empat kamera selain meminta semuanya close-up ke wajah BuLuks. Yup! mata saya ikut berkaca-kaca. Teriakan 'Fuck!' mengawali air mata BuLuks. Ohh....momen yang begitu mahal.

Cukup!

17 lagu telah dinyanyikan untuk sesi pertama. Ke-empat Superglad beristirahat. Tampak Giox bergantian menegak 'jamu' dan air mineral sebagai amunisi untuk sesi ke-dua yang lebih panas. Tidak seperti rencana pada meeting, jedah istirahat lebih singkat. Stand by.

Sesi ke-dua adalah launching album ke-lima Superglad dengan musik yang lebih keras. Overdrive gitar yang tebal meraung lebih ganas. Sampai saat seorang Eet Syahranie naik ke panggung dan membawakan tribute untuk Edane. Kau Pikir Kaulah Segalanya disusul Diktator membakar suasana Bulungan. Moshpit bertebaran di beberapa titik. Edan!

Panggung blackout dan tibalah saat encore. Superglad membawakan lagu andalan mereka yang beberapa waktu lalu telah lebih dulu heboh di Twitter, Rajah Sayap Malaikat. Inilah penutup yang istimewa karena Superglad mengajak sang wanita ber-Rajah Sayap Malaikat sendiri, Tiga Setia Gara. Tiga yang juga adalah vokalis band metal berkolaborasi dengan suara grohl yang panas. Sayang Tiga tidak sempat memamerkan tato sayap malaikat di punggungnya. Hmm...tenang, kalian dapat melihatnya di DVD dokumenter Superglad.

Itulah penutup yang indah dari konser tunggal rock terpanas setidaknya di Jakarta dalam dekade ini. Dari balik perangkat monitor saya hanya bisa  bengong tidak percaya konser telah berakhir. Sebuah konser yang luar biasa, seksi, dan bergairah melebihi panasnya neraka. Everybody Happy.

WALK TOGETHER-ROCK TOGETHER

JKT-26/06/2011
Post a Comment